Pages
▼
Wednesday, 19 March 2014
Citilink Buka Rute Baru Surabaya – Johor Bahru

Maskapai Citilink baru-baru ini resmi membuka rute baru, yakni Surabaya-Johor Baru. Rute ini mengawali upaya perseroan untuk melakukan enam penerbangan regional pada tahun ini.
Sementara, Dirut Citilink Arif Wibowo mengatakan, Johor Baru dan Jawa Timur sama-sama memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga medorong terciptanya mobilitas perpindahan antara bangsa yang juga meningkat pesat. Hal ini menarik bagi Ciitlink untuk menjadi fasilitator bagi kondisi tersebut.
“Johor dan Jawa Timur bisa saling mempromosikan dunia pariwisata masing-masing dan juga tujuan kegiatan lainnya lebih baik. Berbagai kegiatan yang strategik mulai dari program Fam Trip, saling kunjung, kemudahan dalam proses perjalanan akan semakin memperkukuh kedudukan Jawa Timur Johor Baru di masa depan,” kata Arif Wibowo.
Dia menambahkan, kota Surabaya akan dijadikan sebagai kota penghubung untuk penerbangan ke luar negeri. Adapun rute penerbangan ke wilayah regional yang akan diterbangi adalah Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Perth Australia.
Citilink juga berencana menambah frekuensi penerbangan dari saat ini sekitar 137 penerbangan menjadi 188 penerbangan per hari. Adapun armada yang ada saat ini sebanyak 24 pesawat.
Tuesday, 4 March 2014
Hadapi Open Sky 2015, Lima Bandara Akan Dibenahi

Untuk melayani pasar penerbangan bebas
se-Asia Tenggara (Open Sky Society) 2015 nanti, pemerintah dalam hal ini
Kemenhub berencana akan menyiapkan dan membenahi lima bandara
internasional.
Menurut kemenhub, dalam mengantisipasi
kepadatan penerbangan baru akibat bebasnya frekuensi penerbangan dari
maskapai nasional maupun asing, kelima bandara itu disebut sudah siap.
Menurut, Ketua Asosiasi Perusahaan
Penerbangan Komersial Berjadwal (INACA/ Indonesia National Air Carriers
Association) Arif Wibowo, dengan adanya pasar penerbangan terbuka
kemungkinan melonjakkan kesibukan perbaikan infrastruktur dan pelayanan
kebandaraan mutlak dilakukan.
“Pemerintah harus mempunyai perhitungan
soal dampak Open Sky pada daya dukung bandara yang ada. “Saya rasa itu
sudah diperhitungkan pemerintah,” katanya seperti dilansir Bisnis.
INACA pernah menggarisbawahi kebutuhan
peningkatan kapasitas bandara, serta pendukung penerbangan. Selama ini
lantaran slot bandara yang ada sudah tak menampung, membuat maskapai
nasional kesulitan dalam pengurusan penambahan rute.
“Untuk itu, INACA pernah menyarankan agar
ada penambahan landasan pacu (runway) serta pemandu darat (taxiway),
termasuk yang telah ada di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Bahkan,
untuk Soetta, INACA menyarankan adanya manajemen perbaikan di sisi
perizinan rute, serta mereka juga mengusung pengembangan Bandara Halim
Perdanakusuma dan kemungkinan pembangunan bandara baru di pinggiran
Jakarta,” paparnya.
Selain itu, dari sisi keamanan
penerbangan, INACA mencatat industri penerbangan nasional masih
membutuhkan banyak tenaga ahli. Terutama tenaga ahli di bidang penguji
kelayakkan terbang para penerbang maskapai, hal ini menghambat rencana
ekspansi rute maskapai komersial.
Kemungkinan Bulan Ini Garuda Indonesia Terbang dari Halim
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia diperkirakan bisa melayani rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada bulan ini. Langkah Garuda Indonesia ini menyusul anak usahanya, Citilink Indonesia, yang telah melayani penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma sejak 10 Januari 2014.
“Iya bulan ini akan ada Garuda yang akan
terbang dari sana (Bandara Halim Perdanakusuma),” ujar Direktur
Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian
Perhubungan Djoko Murjatmodjo seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (3/3/2014).
Djoko menuturkan, awalnya Garuda
Indonesia akan melayani rute penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma
pada Februari lalu. Namun, rencana ini urung terlaksana karena
Kementerian Perhubungan dan pengelola bandara belum memberikan izin
terbang kepada Garuda Indonesia lantaran masih harus melakukan evaluasi
terlebih dahulu terhadap operasional penerbangan Citilink yang sudah
berjalan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga
sedang menunggu pengelola bandara untuk menyiapkan segala fasilitas
yang diperlukan karena adanya tambahan penerbangan di Bandara Halim
Perdanakusuma dari Garuda Indonesia ini. Berbagai fasilitas itu antara
lain lounge, counter check-in, pemeriksaan x-ray, dan lain-lain.
Hingga saat ini Kementerian Perhubungan
memang belum memberikan izin kepada Garuda Indonesia. “Tinggal tunggu
kesiapan bandara saja, ini masih dalam proses. Untuk kepastian kapannya,
mudah-mudahan bisa secepatnya. Kalau untuk berapa rutenya, nanti baru
kita beritahu karena masih dievaluasi,” lanjutnya.
Bandara Sepinggan yang Baru Akan Diresmikan 22 Maret 2014

Balikpapan di Kalimantan Timur kini
memiliki bandara baru, The New Sepinggan. Menurut rencana, bandara baru
sebagai pengganti Bandara Sepinggan lama ini akan diresmikan pada 22
Maret 2014. Bandara ini sekaligus menjadi bandara pertama di Indonesia
yang memiliki mall.
PT Angkasa Pura I selaku pengelola
Bandara Sepinggan mengatakan bahwa perusahaan akan melakukan verifikasi
terkait kesiapan bandara. Kementerian Perhubungan juga akan melakukan
hal serupa. “Rencana dilakukan verifikasi internal, baru tanggal 12-14
Maret dilakukan verifikasi oleh regulator. Verikasi semua lini seperti
regulasi, kesiapan fasilitas, keamanan, SDM,” jelas General Manager
Bandara Sepinggan Balikpapan, Wendo Asrul Rose, dikutip dari detikFinance, Senin (3/3/2014).
Tidak seperti bandara lain di Indonesia,
Bandara Sepinggan yang baru ini akan memiliki boutique mall. Kini,
Angkasa Pura I telah melakukan proses lelang terhadap pengelolaan
kawasan komersial, baik pada area mall yang ada di bandara maupun area
komersial di sekitar bandara itu sendiri. “Itu baru terjual 40 persen,
tahap kedua ditawarkan 30 persen (kawasan komersial), 30 persen lagi
dikelola anak usaha. Yang sudah ada itu franchise, ada Burger King, Wendy’s, kalau Duty Free nggak ada karena jumlah penerbangan internasional nggak banyak,” sebutnya.
Menurut keterangan Wendo, dengan bandara
yang baru ini maka kapasitas terminal akan meningkat menjadi 10 juta
penumpang per tahun, sedangkan bandara yang lama hanya mampu menampung 2
juta penumpang per tahun. “Kapasitas maksimal 10 juta, sebelumnya hanya
2 juta. Penumpang pada tahun 2013 sebanyak 7 juta. Daily ada
20.000-22.000 penumpang yang datang, berangkat, transit atau transfer,”
sebutnya.
Garuda Indonesia Segera Luncurkan Rute Baru Ambon-Surabaya

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia
berencana membuka rute penerbangan langsung dari Ambon di Maluku menuju
Surabaya di Jawa Timur pada 31 Maret mendatang. Penerbangan ini dibuka
untuk memberikan opsi yang lebih banyak kepada penumpang yang ingin
melanjutkan penerbangan ke destinasi lain dari Surabaya.
General Manager Garuda Indonesia cabang
Ambon Sonny Pongoh mengatakan, penerbangan Ambon-Surabaya ini dibuka
menyusul penerbangan langsung Ambon-Jakarta yang telah dilayani
sebelumnya. Menurut Sonny, pembukaan rute ini karena tingginya
permintaan penerbangan di Maluku dan juga atas permintaan Pemerintah
Provinsi Maluku.
“Sejak Garuda hadir di Ambon pada Juni
2010, survei pasar menunjukkan minat pengguna jasa penerbangan di rute
tersebut cukup besar, sehingga perlu melakukan penambahan rute,” kata
Sonny Pongoh di Ambon, seperti yang dilansir oleh Warta Ekonomi.
Menurut Sonny, kondisi Ambon yang
semakin kondusif merupakan peluang besar untuk mengembangkan sektor
pariwisata melalui jasa transportasi udara. “Kami terus melakukan
terobosan dengan mempromosikan potensi wisata Maluku, khususnya kota
Ambon, ke mancanegara dengan memuat foto dan data dalam majalah terbitan
jasa penerbangan tersebut,” ungkapnya.
Tahun Ini Citilink Tambah Frekuensi Sebanyak 32 Persen
Citilink Indonesia tahun ini akan terus
mengembangkan ekspansinya dengan mendatangkan delapan pesawat Airbus
A320 baru. Saat ini Citilink telah mengoperasikan 24 Airbus A320 utnuk
melayani 136 penerbangan sehari di lebih dari 20 destinasi domestik di
Indonesia.
Dengan adanya tambahan armada baru,
Citilink akan menambah 44 penerbangan sehari pada 2014, sehingga anak
perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam segmen penerbangan
berbiaya rendah itu akan mengakhiri 2014 dengan total 180 penerbangan
sehari menggunakan 32 pesawat Airbus A320.
Ekspansi Citilink pada tahun ini masih
akan didominasi dengan rute domestik dan akan ada tambahan enam rute
penerbangan internasional. Untuk rute internasional ini Citilink telah
membidik Johor Baru, Kuala Lumpur, Singapura, dan Perth. Rute
internasional pertama yang akan dilayani adalah Surabaya-Johor Baru yang
dimulai pada 15 Maret mendatang.
Rencana ekspansi yang dilakukan oleh
Citilink ini memang cukup ambisius, mengingat kondisi pasar yang cukup
menantang dan perusahaan masih terus membukukan kerugian, termasuk rugi
bersih sebesar US$ 48 juta sepanjang tahun 2013 lalu.
Citilink Sabet Penghargaan “The Best Airlines 2013″

Akhir Februari lalu Citilink, meraih
penghargaan sebagai “The best Airlines 2013” dari Bandara Juanda,
Surabaya dalam rangka HUT ke-50 Angkasa Pura I.
Manajemen Angkasa Pura I Bandara Juanda
memberikan penghargaan kepada maskapai penerbangan berbiaya murah LC
tersebut usai melakukan penilaian atas rata-rata ketepatan waktu
penerbangan (On Time Performance – OTP), safety, dan pelayanan yang
diberikan.
Menurut Chief Executive Officer (CEO)
Citilink Arif Wibowo, penghargaan tersebut merupakan bukti komitmen
Citilink untuk memenuhi moto yang selalu diupayakan, yaitu menguatamakan
kesederhanaan, tepat waktu, dan kenyamanan.
“Penghargaan ini juga berkat kerja keras
seluruh karyawan Citilink dan menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik
lagi dimasa depan untuk memberikan yang terbaik bagi penumpang
Citilink,” kata Arif yang juga Ketua Umum INACA (Asosiasi Penerbangan
Nasional) itu dalam keterangan persnya.
Sampai sekarang, Citilink mengoperasikan
24 armada Airbus A320 terbaru, dua di antaranya jenis sharklets atau
bersayap model sirip hiu. Seluruh armada tersebut melayani 32 rute
domestik dengan 130 frekuensi di 24 kota tujuan ke berbagai kota di
wilayah Indonesia setiap harinya.
Susi Air Buka Rute Perintis Baru di Kalimantan
TEMPO.CO, Balikpapan -
Maskapai Susi Air membuka enam penerbangan perintis di wilayah
pedalaman Kalimantan Timur. Pemerintah daerah setempat mengalokasikan
anggaran subsidi sebesar Rp 16,4 miliar untuk membantu pembiayaan
penerbangan maskapai ini."Kami membuka jembatan udara di Kalimantan Timur lewat armada Susi Air," kata Presiden Direktor PT Asi Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti di Balikpapan, Ahad 19 Januari 2014.
Rute penerbangan perintis baru tersebut antara lain rute Malinau - Long Bawan dan Tarakan - Long Bawan yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sebelumnya, Susi Air sudah membuka enam rute penerbangan pedalamam Kalimantan Timur yaitu Malinau - Tarakan, Malinau - Tanjung Selor, Tarakan -Nunukan, Long Bawan - Nunukan, Tarakan - Tanjung Selor, Tanjung Selor -Long Apung, Tanjung Selor - Long Ampung, Malinau - Samarinda, Balikpapan - Melak, dan Balikpapan - Samarinda.
Pada tahun 2013 lalu, maskapai ini melayani 6 ribu penerbangan yang berfokus di wilayah perbatasan Kalimantan Timur. "Tahun lalu kami tidak untung namun juga tidak rugi dalam penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Keuntungan kami tergerus nilai tukar dolar AS yang membumbung hingga Rp 12 ribu per dolar," paparnya.
Susi Air mempergunakan enam armada pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208B untuk melayani penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Selama sepekan, Susi Air malayani sedikitnya 160 kali penerbangan berbagai rute tersebar di Kalimantan Timur.
Kepala Bandara Samarinda, Agus Pramuka mengatakan kesepakatan kerja sama secara resmi ditandatangani Minggu (19/1) hari ini. Namun, Susi Air sudah melayani rute penerbangan sejak 15 Januari 2014 lalu. "Mereka sudah melayani rute penerbangan perintis meskipun kesepakatan kontrak diresmikan hari ini," ujarnya.
Agus mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dalam sejumlah penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Penerbangan perintis ini diharapkan mampu membuka isolasi warga pedalaman dengan dunia luar. "Seperti jembatan udara bagi masyarakat di perbatasan," ujarnya.
Tahun depan, bakal ada rute penerbangan dari dan ke Rusia

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang pemberian izin penerbangan dari dan menuju Rusia tahun depan. Rencana ini membutuhkan kajian lebih lanjut mengingat kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sudah terlampau penuh.
"Bisa saja. Tapi sedang dipertimbangkan. kalau mau minta masuk di Soekarno-Hatta, Soekarno-Hattanya saja masih penuh. Kita sih senang saja banyak yang suka ke sini, jadi ada plus minusnya," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (27/2).
Menhub tidak ingin penambahan penerbangan tanpa adanya perhitungan bakal mengganggu operasional maskapai yang telah ada. Meski begitu, sejauh ini belum ada penolakan dari maskapai internasional lain seperti Malaysia dan Thailand atas rencana ini.
"Jadi tahan dulu, mohon kesabaran kita kasih pengertian karena penuh," ucapnya.
Penuhnya kapasitas Bandara Soekarno-Hatta, lanjutnya, disebabkan oleh tidak baiknya kerja sistem navigasi. Kemenhub telah menerima sejumlah proposal kerja sama asing untuk memperbaiki kinerja ini salah satunya dari Inggris.
"Saya tidak mau tergantung dengan yang lain. Kita usaha dulu. Dan mesti dilatih operatornya. Operatornya cuma bisa alat satu begitu dikasih yang lebih canggih perlu pelatihan. Kalau sudah ada kita kirim pelatihan ke sana," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pemerintah melalui PT Garuda Indonesia segera menetapkan rute penerbangan langsung dari Indonesia ke Rusia.
Hatta mengaku telah mendapat informasi dari pihak Garuda, terkait rencana tersebut. "Saya ingin menjelaskan penerbangan langsung, pihak Garuda konfirmasi penerbangan langsung ke Rusia," tutur Hatta.
Kebijakan tersebut merupakan tanggapan atas tingginya jumlah wisatawan Rusia setiap tahunnya yang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali.
Pihak Garuda, lanjut Hatta, sedang menunggu kedatangan pesawat berbadan lebar untuk menempuh rute tersebut. Paling lambat rute penerbangan Rusia akan dibuka pada akhir tahun ini.
[bim]
Monday, 3 March 2014
NAM Air Buka Rute Baru ke Nusa Tenggara Timur
Maskapai NAM AIR membuka beberapa rute baru di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500, yang berkapasitas 120 seats, NAM Air memenuhi janjinya untuk terbang ke Maumere, Waingapu, Kupang, dan Denpasar. Keempat kota tujuan tersebut dilayani melalui Surabaya, Jawa Timur.
“Pembukaan rute ini menjadi komitmen NAM Air sebagai feeder Sriwijaya Air, yang saat ini telah melayani penerbangan ke kota-kota besar,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono.
Melalui penerbangan ini, diharapkan integrasi antara Sriwijaya Air dengan NAM Air akan berjalan dengan baik, sesuai dengan misi NAM Air. Integrasi pelayanan penerbangan yang dimaksud adalah melayani pelanggan dengan memberikan konektifitas rute Sriwijaya Air di satu sisi, dengan rute NAM Air di sisi lain.
“Connecting flight ini akan menjadi kekuatan baru dari sinergi dua maskapai ini,” ujar Agus.
Sementara itu, untuk penerbangan Surabaya-Dili, menjadi satu bukti konektifitas yang terjalin antara Sriwijaya Air dan NAM Air. NAM Air akan terbang dari Surabaya menuju Denpasar, kemudian akan diteruskan oleh Sriwijaya Air menuju Dili.
“Rute Dili, memang merupakan rute dari Sriwijaya Air, sehingga nantinya penerbangan menuju Dili akan dilanjutkan Sriwijaya Air. Sedangkan NAM Air menerbangkan dari Surabaya menuju Denpasar. Itulah keunggulan dari konektifitas Sriwijaya Air dan NAM Air,” jelasnya.
Demikian pula rute Jakarta-Maumere PP, Jakarta-Waingapu PP dan Jakarta-Kupang PP, “Rute penerbangan ini diawali dengan layanan Sriwijaya Air dari Jakarta-Denpasar, lalu Denpasar ke Maumere, Waingapu dan Kupang diteruskan oleh Nam Air,” tambah Agus.
Rute penerbangan tersebut adalah Surabaya-Denpasar PP, Surabaya-Waingapu PP (via Denpasar), Surabaya-Maumere PP (via Denpasar), Denpasar-Kupang PP, Denpasar-Waingapu PP, Denpasar-Maumere PP, Surabaya-Dili (Timor Leste) PP via Denpasar, Kupang-Surabaya (via Denpasar). (*)

