
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang pemberian izin penerbangan dari dan menuju Rusia tahun depan. Rencana ini membutuhkan kajian lebih lanjut mengingat kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sudah terlampau penuh.
"Bisa saja. Tapi sedang dipertimbangkan. kalau mau minta masuk di Soekarno-Hatta, Soekarno-Hattanya saja masih penuh. Kita sih senang saja banyak yang suka ke sini, jadi ada plus minusnya," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (27/2).
Menhub tidak ingin penambahan penerbangan tanpa adanya perhitungan bakal mengganggu operasional maskapai yang telah ada. Meski begitu, sejauh ini belum ada penolakan dari maskapai internasional lain seperti Malaysia dan Thailand atas rencana ini.
"Jadi tahan dulu, mohon kesabaran kita kasih pengertian karena penuh," ucapnya.
Penuhnya kapasitas Bandara Soekarno-Hatta, lanjutnya, disebabkan oleh tidak baiknya kerja sistem navigasi. Kemenhub telah menerima sejumlah proposal kerja sama asing untuk memperbaiki kinerja ini salah satunya dari Inggris.
"Saya tidak mau tergantung dengan yang lain. Kita usaha dulu. Dan mesti dilatih operatornya. Operatornya cuma bisa alat satu begitu dikasih yang lebih canggih perlu pelatihan. Kalau sudah ada kita kirim pelatihan ke sana," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pemerintah melalui PT Garuda Indonesia segera menetapkan rute penerbangan langsung dari Indonesia ke Rusia.
Hatta mengaku telah mendapat informasi dari pihak Garuda, terkait rencana tersebut. "Saya ingin menjelaskan penerbangan langsung, pihak Garuda konfirmasi penerbangan langsung ke Rusia," tutur Hatta.
Kebijakan tersebut merupakan tanggapan atas tingginya jumlah wisatawan Rusia setiap tahunnya yang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali.
Pihak Garuda, lanjut Hatta, sedang menunggu kedatangan pesawat berbadan lebar untuk menempuh rute tersebut. Paling lambat rute penerbangan Rusia akan dibuka pada akhir tahun ini.
[bim]
No comments:
Post a Comment