Pages

Citilink Buka Rute Baru Surabaya – Johor Bahru

sharklets_2

Maskapai Citilink baru-baru ini resmi membuka rute baru, yakni Surabaya-Johor Baru. Rute ini mengawali upaya perseroan untuk melakukan enam penerbangan regional pada tahun ini.
Sementara, Dirut Citilink Arif Wibowo mengatakan, Johor Baru dan Jawa Timur sama-sama memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga medorong terciptanya mobilitas perpindahan antara bangsa yang juga meningkat pesat. Hal ini menarik bagi Ciitlink untuk menjadi fasilitator bagi kondisi tersebut.
“Johor dan Jawa Timur bisa saling mempromosikan dunia pariwisata masing-masing dan juga tujuan kegiatan lainnya lebih baik. Berbagai kegiatan yang strategik mulai dari program Fam Trip, saling kunjung, kemudahan dalam proses perjalanan akan semakin memperkukuh kedudukan Jawa Timur Johor Baru di masa depan,” kata Arif Wibowo.
Dia menambahkan, kota Surabaya akan dijadikan sebagai kota penghubung untuk penerbangan ke luar negeri. Adapun rute penerbangan ke wilayah regional yang akan diterbangi adalah Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Perth Australia.
Citilink juga berencana menambah frekuensi penerbangan dari saat ini sekitar 137 penerbangan menjadi 188 penerbangan per hari. Adapun armada yang ada saat ini sebanyak 24 pesawat.

Tuesday, 4 March 2014

Hadapi Open Sky 2015, Lima Bandara Akan Dibenahi

PESAWAT_ANTRE_TAKE_OFF_DI_BANDARA_SOEKARNO_HATTA_DIDIK_SUDIARTO_SALEH_DSC_0172
Untuk melayani pasar penerbangan bebas se-Asia Tenggara (Open Sky Society) 2015 nanti, pemerintah dalam hal ini Kemenhub berencana akan menyiapkan dan membenahi lima bandara internasional.
Menurut kemenhub, dalam mengantisipasi kepadatan penerbangan baru akibat bebasnya frekuensi penerbangan dari maskapai nasional maupun asing, kelima bandara itu disebut sudah siap.
Menurut, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Komersial Berjadwal (INACA/ Indonesia National Air Carriers Association) Arif Wibowo, dengan adanya pasar penerbangan terbuka kemungkinan melonjakkan kesibukan perbaikan infrastruktur dan pelayanan kebandaraan mutlak dilakukan.
“Pemerintah harus mempunyai perhitungan soal dampak Open Sky pada daya dukung bandara yang ada. “Saya rasa itu sudah diperhitungkan pemerintah,” katanya seperti dilansir Bisnis.
INACA pernah menggarisbawahi kebutuhan peningkatan kapasitas bandara, serta pendukung penerbangan. Selama ini lantaran  slot bandara yang ada sudah tak menampung, membuat maskapai nasional kesulitan dalam pengurusan penambahan rute.
“Untuk itu, INACA pernah menyarankan agar ada penambahan landasan pacu (runway) serta pemandu darat (taxiway), termasuk yang telah ada di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Bahkan, untuk Soetta, INACA menyarankan adanya manajemen perbaikan di sisi perizinan rute, serta mereka juga mengusung pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma dan kemungkinan pembangunan bandara baru di pinggiran Jakarta,” paparnya.
Selain itu, dari sisi keamanan penerbangan, INACA mencatat industri penerbangan nasional masih membutuhkan banyak tenaga ahli. Terutama tenaga ahli di bidang penguji kelayakkan terbang para penerbang maskapai, hal ini menghambat rencana ekspansi rute maskapai komersial.

Kemungkinan Bulan Ini Garuda Indonesia Terbang dari Halim




Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia diperkirakan bisa melayani rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada bulan ini. Langkah Garuda Indonesia ini menyusul anak usahanya, Citilink Indonesia, yang telah melayani penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma sejak 10 Januari 2014.
“Iya bulan ini akan ada Garuda yang akan terbang dari sana  (Bandara Halim Perdanakusuma),” ujar Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (3/3/2014).
Djoko menuturkan, awalnya Garuda Indonesia akan melayani rute penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma pada Februari lalu. Namun, rencana ini urung terlaksana karena Kementerian Perhubungan dan pengelola bandara belum memberikan izin terbang kepada Garuda Indonesia lantaran masih harus melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap operasional penerbangan Citilink yang sudah berjalan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga sedang menunggu pengelola bandara untuk menyiapkan segala fasilitas yang diperlukan karena adanya tambahan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dari Garuda Indonesia ini. Berbagai fasilitas itu antara lain lounge, counter check-in, pemeriksaan x-ray, dan lain-lain.
Hingga saat ini Kementerian Perhubungan memang belum memberikan izin kepada Garuda Indonesia. “Tinggal tunggu kesiapan bandara saja, ini masih dalam proses. Untuk kepastian kapannya, mudah-mudahan bisa secepatnya. Kalau untuk berapa rutenya, nanti baru kita beritahu karena masih dievaluasi,” lanjutnya.

Bandara Sepinggan yang Baru Akan Diresmikan 22 Maret 2014

Bandara_Sepinggan_Balikpapan_2
Balikpapan di Kalimantan Timur kini memiliki bandara baru, The New Sepinggan. Menurut rencana, bandara baru sebagai pengganti Bandara Sepinggan lama ini akan diresmikan pada 22 Maret 2014. Bandara ini sekaligus menjadi bandara pertama di Indonesia yang memiliki mall.
PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Sepinggan mengatakan bahwa perusahaan akan melakukan verifikasi terkait kesiapan bandara. Kementerian Perhubungan juga akan melakukan hal serupa. “Rencana dilakukan verifikasi internal, baru tanggal 12-14 Maret dilakukan verifikasi oleh regulator. Verikasi semua lini seperti regulasi, kesiapan fasilitas, keamanan, SDM,” jelas General Manager Bandara Sepinggan Balikpapan, Wendo Asrul Rose, dikutip dari detikFinance, Senin (3/3/2014).
Tidak seperti bandara lain di Indonesia, Bandara Sepinggan yang baru ini akan memiliki boutique mall. Kini, Angkasa Pura I telah melakukan proses lelang terhadap pengelolaan kawasan komersial, baik pada area mall yang ada di bandara maupun area komersial di sekitar bandara itu sendiri. “Itu baru terjual 40 persen, tahap kedua ditawarkan 30 persen (kawasan komersial), 30 persen lagi dikelola anak usaha. Yang sudah ada itu franchise, ada Burger King, Wendy’s, kalau Duty Free nggak ada karena jumlah penerbangan internasional nggak banyak,” sebutnya.
Menurut keterangan Wendo, dengan bandara yang baru ini maka kapasitas terminal akan meningkat menjadi 10 juta penumpang per tahun, sedangkan bandara yang lama hanya mampu menampung 2 juta penumpang per tahun. “Kapasitas maksimal 10 juta, sebelumnya hanya 2 juta. Penumpang pada tahun 2013 sebanyak 7 juta. Daily ada 20.000-22.000 penumpang yang datang, berangkat, transit atau transfer,” sebutnya.

Garuda Indonesia Segera Luncurkan Rute Baru Ambon-Surabaya

GARUDA_INDONESIA_BOEING_737-500_LEONARDO_KOSASIH_IMG_4303 copy
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berencana membuka rute penerbangan langsung dari Ambon di Maluku menuju Surabaya di Jawa Timur pada 31 Maret mendatang. Penerbangan ini dibuka untuk memberikan opsi yang lebih banyak kepada penumpang yang ingin melanjutkan penerbangan ke destinasi lain dari Surabaya.
General Manager Garuda Indonesia cabang Ambon Sonny Pongoh mengatakan, penerbangan Ambon-Surabaya ini dibuka menyusul penerbangan langsung Ambon-Jakarta yang telah dilayani sebelumnya. Menurut Sonny, pembukaan rute ini karena tingginya permintaan penerbangan di Maluku dan juga atas permintaan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Sejak Garuda hadir di Ambon pada Juni 2010, survei pasar menunjukkan minat pengguna jasa penerbangan di rute tersebut cukup besar, sehingga perlu melakukan penambahan rute,” kata Sonny Pongoh di Ambon, seperti yang dilansir oleh Warta Ekonomi.
Menurut Sonny, kondisi Ambon yang semakin kondusif merupakan peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui jasa transportasi udara. “Kami terus melakukan terobosan dengan mempromosikan potensi wisata Maluku, khususnya kota Ambon, ke mancanegara dengan memuat foto dan data dalam majalah terbitan jasa penerbangan tersebut,” ungkapnya.

Tahun Ini Citilink Tambah Frekuensi Sebanyak 32 Persen

CITILINK_AIRBUS_A320_SHARKLET_YULIANUS_LITENI_X0N7910
Citilink Indonesia tahun ini akan terus mengembangkan ekspansinya dengan mendatangkan delapan pesawat Airbus A320 baru. Saat ini Citilink telah mengoperasikan 24 Airbus A320 utnuk melayani 136 penerbangan sehari di lebih dari 20 destinasi domestik di Indonesia.
Dengan adanya tambahan armada baru, Citilink akan menambah 44 penerbangan sehari pada 2014, sehingga anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam segmen penerbangan berbiaya rendah itu akan mengakhiri 2014 dengan total 180 penerbangan sehari menggunakan 32 pesawat Airbus A320.
Ekspansi Citilink pada tahun ini masih akan didominasi dengan rute domestik dan akan ada tambahan enam rute penerbangan internasional. Untuk rute internasional ini Citilink telah membidik Johor Baru, Kuala Lumpur, Singapura, dan Perth. Rute internasional pertama yang akan dilayani adalah Surabaya-Johor Baru yang dimulai pada 15 Maret mendatang.
Rencana ekspansi yang dilakukan oleh Citilink ini memang cukup ambisius, mengingat kondisi pasar yang cukup menantang dan perusahaan masih terus membukukan kerugian, termasuk rugi bersih sebesar US$ 48 juta sepanjang tahun 2013 lalu.

Citilink Sabet Penghargaan “The Best Airlines 2013″

 CITILINK_AIRBUS_A320_FAUZI_ARIF_IMG_1186
Akhir Februari lalu Citilink, meraih penghargaan sebagai “The best Airlines 2013” dari Bandara Juanda, Surabaya dalam rangka HUT ke-50 Angkasa Pura I.
Manajemen Angkasa Pura I Bandara Juanda memberikan penghargaan kepada maskapai penerbangan berbiaya murah LC tersebut usai melakukan penilaian atas rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance – OTP),  safety, dan pelayanan yang diberikan.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Citilink Arif Wibowo, penghargaan tersebut merupakan bukti komitmen Citilink untuk memenuhi moto yang selalu diupayakan, yaitu menguatamakan kesederhanaan, tepat waktu, dan kenyamanan.
“Penghargaan ini juga berkat kerja keras seluruh karyawan Citilink dan menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi dimasa depan untuk memberikan yang terbaik bagi penumpang Citilink,” kata Arif yang juga Ketua Umum INACA (Asosiasi Penerbangan Nasional) itu dalam keterangan persnya.
Sampai sekarang, Citilink mengoperasikan 24 armada Airbus A320 terbaru, dua di antaranya jenis sharklets atau bersayap model sirip hiu. Seluruh armada tersebut melayani 32 rute domestik dengan 130 frekuensi di 24 kota tujuan ke berbagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya.

Susi Air Buka Rute Perintis Baru di Kalimantan

Susi Air Buka Rute Perintis Baru di KalimantanTEMPO.CO, Balikpapan - Maskapai Susi Air membuka enam penerbangan perintis di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Pemerintah daerah setempat mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp 16,4 miliar untuk membantu pembiayaan penerbangan maskapai ini.

"Kami membuka jembatan udara di Kalimantan Timur lewat armada Susi Air," kata Presiden Direktor PT Asi Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti di Balikpapan, Ahad 19 Januari 2014.

Rute penerbangan perintis baru tersebut antara lain rute Malinau -  Long Bawan dan Tarakan - Long Bawan yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sebelumnya, Susi Air sudah membuka enam rute penerbangan pedalamam Kalimantan Timur yaitu Malinau - Tarakan, Malinau - Tanjung Selor, Tarakan -Nunukan, Long Bawan - Nunukan, Tarakan - Tanjung Selor, Tanjung Selor -Long Apung, Tanjung Selor - Long Ampung, Malinau - Samarinda, Balikpapan - Melak, dan Balikpapan - Samarinda.

Pada tahun 2013 lalu, maskapai ini melayani 6 ribu penerbangan yang berfokus di wilayah perbatasan Kalimantan Timur. "Tahun lalu kami tidak untung namun juga tidak rugi dalam penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Keuntungan kami tergerus nilai tukar dolar AS yang membumbung hingga Rp 12 ribu per dolar," paparnya.

Susi Air mempergunakan enam armada pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208B untuk melayani penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Selama sepekan, Susi Air malayani sedikitnya 160 kali penerbangan berbagai rute tersebar di Kalimantan Timur.

Kepala Bandara Samarinda, Agus Pramuka mengatakan kesepakatan kerja sama secara resmi ditandatangani Minggu (19/1) hari ini. Namun, Susi Air sudah melayani rute penerbangan sejak 15 Januari 2014 lalu. "Mereka sudah melayani rute penerbangan perintis meskipun kesepakatan kontrak diresmikan hari ini," ujarnya.

Agus mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dalam sejumlah penerbangan perintis di Kalimantan Timur. Penerbangan perintis ini diharapkan mampu membuka isolasi warga pedalaman dengan dunia luar. "Seperti jembatan udara bagi masyarakat di perbatasan," ujarnya.

Tahun depan, bakal ada rute penerbangan dari dan ke Rusia

 
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang pemberian izin penerbangan dari dan menuju Rusia tahun depan. Rencana ini membutuhkan kajian lebih lanjut mengingat kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang sudah terlampau penuh.

"Bisa saja. Tapi sedang dipertimbangkan. kalau mau minta masuk di Soekarno-Hatta, Soekarno-Hattanya saja masih penuh. Kita sih senang saja banyak yang suka ke sini, jadi ada plus minusnya," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (27/2).

Menhub tidak ingin penambahan penerbangan tanpa adanya perhitungan bakal mengganggu operasional maskapai yang telah ada. Meski begitu, sejauh ini belum ada penolakan dari maskapai internasional lain seperti Malaysia dan Thailand atas rencana ini.

"Jadi tahan dulu, mohon kesabaran kita kasih pengertian karena penuh," ucapnya.

Penuhnya kapasitas Bandara Soekarno-Hatta, lanjutnya, disebabkan oleh tidak baiknya kerja sistem navigasi. Kemenhub telah menerima sejumlah proposal kerja sama asing untuk memperbaiki kinerja ini salah satunya dari Inggris.

"Saya tidak mau tergantung dengan yang lain. Kita usaha dulu. Dan mesti dilatih operatornya. Operatornya cuma bisa alat satu begitu dikasih yang lebih canggih perlu pelatihan. Kalau sudah ada kita kirim pelatihan ke sana," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pemerintah melalui PT Garuda Indonesia segera menetapkan rute penerbangan langsung dari Indonesia ke Rusia.

Hatta mengaku telah mendapat informasi dari pihak Garuda, terkait rencana tersebut. "Saya ingin menjelaskan penerbangan langsung, pihak Garuda konfirmasi penerbangan langsung ke Rusia," tutur Hatta.

Kebijakan tersebut merupakan tanggapan atas tingginya jumlah wisatawan Rusia setiap tahunnya yang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali.

Pihak Garuda, lanjut Hatta, sedang menunggu kedatangan pesawat berbadan lebar untuk menempuh rute tersebut. Paling lambat rute penerbangan Rusia akan dibuka pada akhir tahun ini.

[bim]

Monday, 3 March 2014

NAM Air Buka Rute Baru ke Nusa Tenggara Timur



Maskapai NAM AIR membuka beberapa rute baru di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500, yang berkapasitas 120 seats, NAM Air memenuhi janjinya untuk terbang ke Maumere, Waingapu, Kupang, dan Denpasar. Keempat kota tujuan tersebut dilayani melalui Surabaya, Jawa Timur.
“Pembukaan rute ini menjadi komitmen NAM Air sebagai feeder Sriwijaya Air, yang saat ini telah melayani penerbangan ke kota-kota besar,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono.
Melalui penerbangan ini, diharapkan integrasi antara Sriwijaya Air dengan NAM Air akan berjalan dengan baik, sesuai dengan misi NAM Air. Integrasi pelayanan penerbangan yang dimaksud adalah melayani pelanggan dengan memberikan konektifitas rute Sriwijaya Air di satu sisi, dengan rute NAM Air di sisi lain.
“Connecting flight ini akan menjadi kekuatan baru dari sinergi dua maskapai ini,” ujar Agus.

Sementara itu, untuk penerbangan Surabaya-Dili, menjadi satu bukti konektifitas yang terjalin antara Sriwijaya Air dan NAM Air. NAM Air akan terbang dari Surabaya menuju Denpasar, kemudian akan diteruskan oleh Sriwijaya Air menuju Dili.
“Rute Dili, memang merupakan rute dari Sriwijaya Air, sehingga nantinya penerbangan menuju Dili akan dilanjutkan Sriwijaya Air. Sedangkan NAM Air menerbangkan dari Surabaya menuju Denpasar. Itulah keunggulan dari konektifitas Sriwijaya Air dan NAM Air,” jelasnya.
Demikian pula rute Jakarta-Maumere PP, Jakarta-Waingapu PP dan Jakarta-Kupang PP, “Rute penerbangan ini diawali dengan layanan Sriwijaya Air dari Jakarta-Denpasar, lalu Denpasar ke Maumere, Waingapu dan Kupang diteruskan oleh Nam Air,” tambah Agus.
Rute penerbangan tersebut adalah Surabaya-Denpasar PP, Surabaya-Waingapu PP (via Denpasar), Surabaya-Maumere PP (via Denpasar), Denpasar-Kupang PP, Denpasar-Waingapu PP, Denpasar-Maumere PP, Surabaya-Dili (Timor Leste) PP via Denpasar, Kupang-Surabaya (via Denpasar). (*)

Friday, 28 February 2014

Auryn Travel


   Auryn Travel yang berada di bawah naungan bendera Perusahaan Asia Wisata adalah Agent tour & travel yang semakin menguatkan eksistensinya di dunia usaha Indonesia dan terus berkembang ke seluruh pelosok nusantara.
  Auryn Travel bekerjasama dengan hampir seluruh maskapai penerbangan dan kereta api. Produk Auryn Travel tak hanya tiket pesawat dan kereta api, tapi juga melayani pembelian voucher hotel domestik, paket wisata domestik. Kedepannya Auryn Travel akan terus mengembangkan produknya hingga semakin banyak kebutuhan customer yang terlayani

  Auryn Travel menekankan pelayanan prima yang disebut Customer Service Excellence, dimana pelayanan yang cepat, ramah dan professional sangat diutamakan.

Auryn Travel

















 AURYN TRAVEL

Alamat                     : Komplek Pusbinal PU Blok B4Pondok Bambu,Duren Sawit,Jakarta Timur 13430
Telephone                 : 021-86614671
Handphone                : 085779479435
WhatsApp                 : 087798981771
FansFage Facebook     : Auryn Travel


Citilink Terapkan Surcharge Hari Ini

 sharklets_4
Maskapai penerbangan Citilink, mulai Jumat 28 Februari 2014, terhitung sejak pukul 00.01 WIB, memberlakukan penambahan biaya atau surcharge. ”Kenaikan surcharge ini tidak saja dilakukan oleh maskapai Citilink. Namun, semua maskapai menerapkan hal yang sama sesuai dengan keputusan dari pemerintah,”.
Rahmakika Rahardiasari, Sales Manager Bo Yogyakarta, PT Citilink Indonesia mengatakan, kenaikan surcharge untuk pesawat Yogyakarta tujuan Halim sebesar Rp50.600, dan pesawat Yogyakarta tujuan Balikpapan sebesar Rp107.000.
“Yang dikenakan surcharge hanya penumpang yang membeli tiket pada hari ini dan seterusnya. Jadi kalau sudah booking tiket jauh-jauh hari dan baru hari ini terbang, maka tak dikenakan surcharge,” jelasnya.
“Kita juga pasang papan pengumuman di loket penjualan tiket agar para penumpang tidak terkejut adanya tambahan biayapenerbangan (surcharge),” ujarnya.
Seperti diketahui, tujuan pemberlakuan surcharge guna menutup sebagian biaya operasional yang melonjak akibat depresiasi rupiah dan juga biaya avtur yang sudah di atas Rp10.000.

Garuda Naikkan Tarif Pesawat Tak Sampai 10%




Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan kenaikan biaya atau tarif kepada penumpang kelas ekonomi dalam negeri. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar mengatakan, penetapan kenaikan biaya atau tarif Garuda berjanji tidak akan menaikan tarif lebih dari 10 persen.
Emir menjelaskan, kenaikan dolar dalam beberapa waktu ke belakang ini, membuat rupiah terus melemah. Dengan kenaikan tarif yang telah disetujui pemerintah, dirinya pun berharap dapat menutup biaya airline yang selama ini tergerus akibat biaya fuel meningkat.
“Ini bisa tutup biaya airline, kuartal I selalu low season, bisa tambah kinerja airline, surcharge per Maret. Adanya ini bisa kurangi beban. 60-50 ribu,” tutupnya.
Perhitungan biaya tambahan tersebut besarnya ditentukan berdasarkan jarak tempuh. Untuk biaya tambahan minimal sebesar Rp60.000 dikenakan kepada penumpang pesawat tipe jet kelas ekonomi angkutan berjadwal yang menempuh perjalanan sampai 664 kilometer (km). Adapun untuk penumpang pesawat propeler sampai jarak 348 km dikenakan biaya tambahan Rp50.000.

Wednesday, 26 February 2014

Rute Baru Garuda Indonesia ke Merauke



PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membuka rute ke Merauke  untuk memperluas jaringan atau network penerbangan di rute domestik khususnya area Indonesia timur.
Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan, pembukaan rute penerbangan baru ini merupakan bagian dari kelanjutan program ekspansi jaringan yang dilaksanakan Garuda Indonesia, khusunya wilayah Indonesia bagian Timur.
“Dengan memperluas jaringan penerbangan di wilayah Indonesia Timur, Garuda berkomitmen untuk mendukung peningkatan ekonomi, bisnis dan pariwisata di kota-kota yang dihubungkan tersebut,” kata Erik, Selasa (25/2/2014).
Erik menambahkan, selain memperkuat jaringan penerbangan domestik khususnya diwilayah Timur, pengoperasian rute Jakarta-Merauke tersebut juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sebagai bentuk komitmen Garuda dalam mendukung perluasan jaringan di wilayah Papua, pada bulan November 2013 lalu, Garuda Indonesia juga telah membuka penerbangan ke Sorong, Manokwari dan Jayapura dari Makassar. Dengan dibukanya rute Merauke ini, maka saat ini Garuda telah melayani penerbangan enam kota di Papua yaitu Jayapura, Sorong, Manokwari, Biak, Timika dan Merauke. Sejak 25 November 2013 lalu Garuda Indonesia memperkenalkan sub-brand Explore dan Explore Jet.
Erik menuturkan, beberapa rute yang dilayani dengan Explore dan Explore Jet antara lain Makasar-Sorong-Manokwari-Jayapura pp sejak November 2013 menggunakan pesawat CRJ1000 NextGen yang berkapasitas 96 penumpang (12 kelas bisnis dan 84 kelas ekonomi), serta Denpasar-Bima-Lombok-Denpasar dan Denpasar-Labuan Bajo-Ende-Labuan Bajo-Denpasar sejak Desember 2013 dan Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka pp dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. (*)